RSS

Arsip Kategori: dongeng

sepanjang jalan kenangan

 

    “Lang, jalan ke depan dulu yuk.. aku baru nyadar ada tugu-tuguan di depan plaza ini, jadi pengen liat”  ajak Cil ketika mereka hampir mencapai mobil. Lang tersenyum, mengangguk dan kembali menggenggam tangan mungil Cil. Mereka baru saja menikmati berjalan-jalan di plaza warna-warni yang terletak di bilangan pusat kota. Jalan-jalan yang dipenuhi canda, iseng, tawa, senyum… senyum yang semakin sering muncul diantara mereka, senyum yang menunjukkan adanya percikan chemistry yang kuat diantara mereka. Mereka semakin sadar tidak ada lagi jarak atau keraguan diantara mereka, semuanya terlalu jelas dan merasuk. Cil terkadang mengingat-ingat apa yang bisa membuat mereka menjadi sedemikian dekat, tapi dia tidak pernah bisa mendapat jawaban yang pasti,  semuanya terlalu cepat dan sekonyong-konyong. Bahkan bisa dibilang terlalu gila tapi juga indah.

    “Wow, ternyata lucu juga ada tugu disini ya, bentuknya juga asimetris kayak bentuk tangan artinya apa ya?” mereka mencoba berspekulasi tentang arti tugu itu walaupun tidak akan menghasilkan jawaban yang memuaskan tentunya. Kegiatan yang biasa mereka lakukan, membahas segala sesuatu yang tidak penting, tidak peduli akan menghasilkan kesimpulan memuaskan atau tidak.

    “Cil, Jalan Utama nya sepi banget” tampaknya Lang takjub melihat jalanan yang sepi di depan mereka, hanya ada segelintir kendaraan yang lewat, padahal biasanya jalanan itu dipenuhi keramaian kota apalagi pada siang hari,
     “Ya wajarlah lang, jam berapa gitu sekarang” sahut Cil menyadari bahwa sudah hampir tengah malam disana sambil melirik jam tangan mungilnya. Mereka mulai berjalan ke pinggir jalan Utama menuju trotoar  lebar yang dibuat supaya pejalan kaki merasa nyaman menikmati haknya, sebagai pejalan kaki tentunya.
    “Kok berasa kayak bukan di TanahAir ya cil? Berasa di NegaraMerlion”,
    “hahaha..iya, aku juga ngerasa gitu, liat aja trotoar lebar sepanjang JalanUtama dengan banyak gedung bertingkat”, ” suasananya juga beda, ga kayak  di TanahAir” Cil merasa aneh dan kaget karena mereka merasakan hal yang sama, entah  memang karena keadaannya seperti itu atau sekedar asumsi mereka saja. Read the rest of this entry »

 
18 Comments

Posted by pada Maret 15, 2008 in dongeng, Uncategorized

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.