matahari selalu tampak malu-malu disini
hampir tidak pernah aku melihat batang batang hidungnya
biru langit pun aku hampir lupa seperti apa
karena dia selalu tertutup awan-awan
putih sekali langit itu
pagi, siang, sore (sepertinya sih kalau malam pasti gelap hitam ya)
dan dia sedang muncul selalu terlambat, dan pergi lebih cepat
entah apa yang dikejar
didukung dengan udara yang dingin suam-suam kuku
(ada gak sih sebutan untuk gak terlalu dingin tapi cukup dingin?)
tapi bagaimanapun juga,
aku tetap menyebutnya pagi yang cerah
hari yang cerah
sehingga sambil tersenyum,
aku bisa berkata
“Good morning sunshine”






